
Lupa rakaat shalat dan sujud sahwi
Pernah ada riwayat, ketika Rasul sedang sholat dhuhur / ashar berjamaah. Baru 2 rakaat beliau sudah salam. Setelah itu beliau pergi dan beraktifitas kembali. Sahabat ada yang memberitahu "ya rasul.. kenapa hanya sholat 2 rakaat?" Rasul terkejut. Beliau tidak sengaja melakukan itu, Akhirnya beliau sholat lagi 2 rakaat (untuk melengkapi sholatnya yang kurang) kemudian sujud sahwi 2 kali. Itu yang harus dilakukan apabila kita lupa rakaat sholat tapi baru sadar setelah sholat selesai.
Apabila kita ragu dengan rakaat shalat sebelum shalat kita selesai (sebelum salam), maka kita ambil rakaat yang paling kita yakin. Lebih baik ambil yang terkecil. Misalnya ragu antara rakaat 3 atau 4. Lebih baik ambil yang 3, jadi kita sholat lagi 1 rakaat dan setelah itu sebelum salam sujud sahwi 1 kali. Jadi walaupun kita sudah yakin rakaat sholat kita lengkap (karna kita sudha menambah rakaat sholat yang kurang), tapi karna ketidakyakinan kita harus diikuti dengan sujud sahwi.
Bacaan Sujud Sahwi
Sebenernya banyak bacaan sujud sahwi. Tapi yang paling simpel adalah sama dengan bacaan sujud biasa "Subhana robbiyal a'la"
Sholat Masbuq
Masbuq adalah ikut sholat jamaah tapi terlambat masuk. Batasan masbuq dapat dihitung 1 rakaat adalah ketika imam sedang ruku. Apabila kita masuk sholat jamaah disaat imam masih ruku (otomatis kita juga dapat ruku) dapat hitungan 1 rakaat. Tapi kalau kita masuk setelah imam bangun dari ruku, maka kita harus menambah 1 rakaat lagi di akhir sholat nanti.
Ada 2 pendapat mengenai ini. Ada yang mengatakan karena Al-Fatihah rukun wajib sholat, maka bila sholat masbuq tidak dapat al-fatihah maka tidak dapat 1 rakaat. Sementara pendapat lain (ini yang diambil oleh bu Iin), hal itu boleh dilakukan asalkan saat masuk masbuq kita tidak lupa takbiratul ikhram (mengucap takbir "Allahu Akbar") di awal sholat, setelah itu baru mengikuti gerakan imam.
Hitungan rakaat sholat masbuq
Bila kita sholat masbuq maka rakaat yang harus kita tambahkan adalah rakaat yang terakhir, bukan rakaat awal yang kita tertinggal. Misalnya kita masbuq di sholat magrib. Kita masuk di rakaat ke-2. Kita mengikuti imam rakaat 2 dan 3 (dengan tahiyat). Setelah imam salam, kita tambah 1 rakaat untuk melengkapi sholat kita dan tambahan rakaat itu dianggap sebagai rakaat 3 dalam sholat kita (dengan tahiyat akhir), bukan dianggap rakaat 1 yang kita ketinggalan. Jadi kalau masbuq dalam sholat magrib memang dalam setiap rakaat kita isinya tahiyat terus.
Memperingatkan kesalahan imam dalam sholat jamaah
Bila imamnya laki-laki dan yang memperingatkan makmum laki-laki, cukup dengan mengucapkan "subhanallah" dengan suara agak keras (agar terdengar oleh imam). Begitu juga bila imamnya perempuan dan makmum perempuan. Tapi apabila imamnya laki-laki dan makmumnya perempuan, maka memperingatkannya dengan cara menepukkan telapak tangan kiri ke punggung tangan kanan.
Yang boleh / lebih berhak menjadi imam
1. Yang lebih banyak hafalannya
2. Yang lebih fasih bacaannya
4. Yang paling tua dari jamaah.
5. Shahibul bait (tuan rumah)
(yang no.3 lupa he..he..)
Jadi apabila dalam sholat jamaah ada bapak dan anak tapi anaknya yang lebih banyak hafalannya, maka sebaiknya si anak yang menjadi imam dalam sholat walaupun yang paling tua dalam jamaah itu adalah bapaknya.
hmmm... Apa lagi ya? Segitu dulu deh ya. Ntar kalo ada yang inget ditambah lagi.
No comments:
Post a Comment